Tuhan
tolong saya, hindarkan saya darinya. Saya tidak suka bersamanya tapi saya
selalu tidak bisa menolak tiap dia meminta bertemu. Dia hanya akan membawa
pengaruh buruk. Saya sudah berusaha keras menahan diri untuk tidak mengangkat
telfonnya. Berusaha keras menolak saat dia meminta bertemu. saya sudah
menetapkan hati untuk tidak memikirkannya. Kurang apa Tuhan????. Semakin saya
berusaha menghindar semakin sering saya memikirkannya. Saya tahu tidak pernah
menyukainya, tapi kenapa saya tidak bisa pergi darinya. Bahkan kapanpun dia
meminta bertemu meski dengan mengumpat dan menyumpah nyerapahinya saya
tetap pergi menemuinya, mengikutinya.
Saya heran dengan tingkah laku saya sendiri ya Tuhan. Saya tidak pernah
merendahkan diri sampai seperti ini bahkan pada orang yang saya sayangi. Ini
benar-benar tidak masuk akal. Adakah sesuatu yang salah?. Apakah ada sesuatu
yang lain dalam diri saya, sesuatu yang tidak saya mengerti ikut memberi
perintah untuk melakukan sesuatu yang saya tidak mau melakukannya???.saya
mengenal diri saya lebih dari siapapun, saya tidak akan melakukan hal yang
secara sadar saya tidak menyukainya, tapi ini aneh. Saya pergi begitu saja,
saat dia menunggu didepan di lobby apartemen, meminta bertemu, mengajak pergi. Bahkan parahnya
kapanpun dia mau bertemu entah itu tengah hari tengah malam pagi-pagi buta, aku
dengan bodohnya pergi menemuinya. Ada yang salah, yang tidak kumengerti.
Pertemuan kami yang pertama dan kedua memang aku sadar meski tidak menyukainya
tapi itu memang keinginanku untuk pergi. Tapi setelahnya,,, aku berharap tidak
lagi bertemu, berharap kami saling melupakan pernah saling mengenal berharap
sudah berakhir. Tapi apa??. Ya Tuhanku, tolong lindungi saya dari apapun yang
buruk, dari pengaruh apapun yang tidak masuk akal. Saya merasa aneh dan seperti
tidak mengenali watak saya sendiri sekarang. Kadang bisa baik, bisa jahat dan
begitu buruk. Saya merasa kepribadian saya berubah-ubah. Melupakan aturan, jadi
seenaknya sendiri dan tidak toleransi. Saya jadi begitu buta bahwa sesuatu itu
sangat buruk dan tetap melakukannya. Itu jelas bukan saya Tuhan. Tapi tetap aku
yang melakukannya. I am crazy. Really crazy to think about it. Demi Allah, saya
benci dan muak pada lelaki itu.
Dia orang yang saya ingin menghindari dan menghapusnya tapi justru dengan mudah
dan begitu saja masuk ke dalam hidup saya. Saya benci betapa sombongnya dia,
betapa dia merendahkan saya, betapa ingin saya tidak mengenalnya lagi. Andai
bisa saya malah berharap menghapus dia dari dunia ini, andai bisa tapi
sayangnya tidak. Tuhan, tolong saat saya bangun besok buat saya lupa pernah
kenal orang itu, begitu juga dengannya buat dia lupa pada saya apapun tentang
saya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Laki-laki sombong itu,,,,
Tuhan tolong saya, hindarkan saya darinya. Saya tidak suka bersamanya tapi saya selalu tidak bisa menolak tiap dia meminta bertemu. Dia...
-
Suami orang,,,, Duhh,,,,, Astagfirullah,,,,, Asik b anget biki n kamu ngerasa bersalah, kan emank kamu salah. Kenap...
-
IBU,,HATIKU KEBAS!!!! Jam segini,dulu aku menunggumu dengan berdebar. Kita sering bertemu, tapi aku selalu saja merasa begitu di tiap p...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar